IMG 7046 1 Artikel, Furniture

Furniture Ergonomis

Furniture Ergonomis – Tempat tidurmu ketinggian?, atau kursimu saat dipakai malah bikin pegal? Hal ini bisa jadi karena penghitungan konstruksi dari furnitur yang kurang tepat saat proses produksi. Dengan kata lain perusahaan tidak memperhatikan faktor ergonomis dari produk furnitur yang mereka produksi, mereka cenderung hanya memikirkan desain dan estetikanya saja. Hal ini bisa berakibat fatal kalau dipakai dalam jangka panjang, yang pasti bisa menyebabkan kelainan tulang seperti skoliosis, kiposis dan lordosis, apalagi jika penggunanya adalah anak yang masih dalam masa pertumbuhan.

Dalam artikel singkat ini kita akan membahas soal faktor ergonomis pada furnitur minimalis. Seperti yang kita tahu kalau furnitur minimalis hanya mengutamakan kesederhanaan dan fungsi daripada estetika, justru kesederhanaan dari furnitur minimalis adalah estetika dari furnitur itu sendiri. Faktor ergonomis sangat berpengaruh pada kesehatan penggunanya, jadi simak terus penjelasan di bawah ya!.

Sebelumnya, kamu perlu tahu apa itu ergonomis, jadi pengertian ergonomis menurut para ahli adalah ilmu yang sistematis untuk memanfaatkan informasi mengenai kemampuan dan keterbatasan manusia dalam merancang suatu sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem tersebut yang lebih baik yaitu mencapai tujuan yang diinginkan melalui suatu pekerjaan yang efektif, efisien, aman dan nyaman (Wignjosoebroto S , 2003).  Kalau menurut (Ginting Rosnani , 2010), Ergonomi adalah suatu cabang keilmuan yang sistematis untuk memanfaatkan informasi mengenai sifat, kemampuan dan keterbatasan manusia dalam merancang suatu sistem kerja, sehingga orang dapat hidup dan juga bekerja pada suatu sistem yang baik yaitu untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan melalui pekerjaan yang efektif, efisien, aman dan nyaman. Dari dua definisi tersebut, kita bisa putuskan kalau ergonomis adalah tentang keefektifan.

Furnitur interior se-simple desain minimalis pun tidak hanya tentang dekorasi interior saja, tapi juga harus berfungsi untuk memudahkan keseharian penggunanya, dalam kata lain adalah efektif, sangat berkaitan dengan dua definisi ergonomis dari dua ahli di atas. Desain ergonomis berkaitan sangat erat dengan kenyamanan dan kesehatan penggunanya. Dalam produksi furnitur, proses penghitungan konstruksi disesuaikan dengan postur tubuh manusia. Tapi hal ini tidak bisa dipukul rata antar perusahaan furnitur. Jika perusahaan furnitur lokal Indonesia tentu saja akan memakai standar postur tubuh manusia yang asli Indonesia, berbeda pula dengan perusahaan furnitur di luar negeri, mereka juga menyesuaikan dengan postur tubuh di negara mereka untuk memenuhi faktor ergonomis di semua produk furniturnya.

Cara perhitungan ergonomis dari furnitur pun tidak bisa asal-asalan. Kalkulasi ergonomis dilakukan dalam dua kelompok yaitu untuk pengguna orang Asia dan orang Kaukasia. Selain dari dua kelompok tersebut, kalkulasi ergonomis juga dihitung berdasarkan jenis kelamin dan usia pengguna. Karena perbedaan kelamin dan usia juga berpengaruh pada postur tubuh manusia.

Kalau furnitur yang dijual bebas di pasaran menggunakan kalkulasi ergonomi berdasarkan umur dan jenis kelamin, berbeda halnya dengan ergonomis untuk penyandang disabilitas. Pada furnitur penyandang disabilitas, perhitungan ergonomi dihitung berdasarkan kebutuhan dari masing-masing penyandang. Karena masing-masing orang yang spesial punya poin spesial yang berbeda, maka dari itu kebutuhannya juga berbeda.

Konstruksi setiap objek ergonomis punya perbedaan antara satu dengan yang lain karena menyesuaikan dari fungsinya. Contohnya adalah set meja kursi untuk ruang tamu dan ruang keluarga, di situ hal yang sangat diperhatikan adalah tinggi dari meja dan kursi, luas dudukan kursi dan tinggi dari penyangga lengan. Tak berhenti pada hal itu saja, tapi kalkulasi ergonomis furnitur juga termasuk di ukurannya. Seperti contoh meja dan kursi dengan ukuran yang rendah bisa menimbulkan suasana yang santai, sedangkan meja dengan ukuran yang tinggi membuat kesan kaku untuk penggunanya.

Faktor ergonomis berlaku juga pada keseluruhan interior dari hunian seperti pemasangan pintu dan lorong yang sangat berpengaruh pada laju keluar masuk di rumah. Tata letak perabot juga perlu dipikirkan juga agar memudahkan kita ketika akan mengambil dan menyimpan kembali. Ergonomis adalah ranah seorang yang ahli interior, tapi kalau kamu tidak mau repot, kamu bisa langsung berbelanja di furnitur store yang sudah expert dalam kalkulasi ergonomi, karena mereka tidak hanya menjual barang tapi juga kenyamanan dan value dari produk tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *